Panwaslu Payakumbuh Belum Tetapkan Jadwal Ujian Panwascam


Payakumbuh, (ANTARA) - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslu) Kota Payakumbuh belum menetapkan jadwal pelaksanaan ujian bagi calon anggota Panwas kecamatan untuk menghadapi Pemilukada Payakumbuh 2012.

Ketua Panwaslu Kota Payakumbuh, Yusril Yazid, saat dihubungi melalui telpon genggamnya, di Payakumbuh, Senin, mengatakan jadwal ujian akan disesuaikan dengan tahapan Pemilukada yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan kesiapan anggaran.

Dia menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan tahapan Pemilukada Payakumbuh dimulai.

"Informasi tentang prediksi tahapan Pemilukada Payakumbuh dimulai Januari memang telah kita ketahui. Namun itu baru prediksi, belum kepastian dari KPU Payakumbuh," sebutnya.

Selain itu, anggaran untuk Panwaslu Kota Payakumbuh saat ini juga belum cair.

"Tanpa anggaran, kita belum bisa melakukan ujian terhadap calon Panwas kecamatan," ujarnya.

Sementara untuk proses pendaftaran calon anggota Panwas kecamatan, sebutnya, telah selesai dilakukan pada tanggal 12-17 Desember.

"Sebanyak 45 Warga dari lima kecamatan di Payakumbuh mengambil formulir pendaftaran untuk menjadi Panwas kecamatan. Dari 45 orang tersebut, ada 38 orang yang mengembalikan formulir," terangnya.

Dia mengatakan, para peserta yang telah mengembalikan formulir akan diseleksi kelengkapan administrasinya dan jika lolos, akan mengikuti ujian.

Dari 38 orang itu, akan disusutkan menjadi 15 orang atau tiga orang untuk masing-masing kecamatan di Payakumbuh.

Selain 15 orang tersebut, juga akan dipersiapkan 15 orang sebagai pengganti jika terjadi permasalahan nantinya.

"Jika dilihat perbandingan jumlah pendaftaran dan tenaga yang dibutuhkan dapat disimpulkan animo masyarakat untuk berpartisipasi sebagai pengawas Pemilu cukup besar," katanya. (mik/jno)

Sabtu, Desember 24, 2011 | Posted in , | Read More »

SELAMAT HARI IBU


SELAMAT HARI IBU TAHUN  2011
Ibu, Senyummu menyejukkakan Hatiku, Pelukanmu Menenangkan Jiwaku.Semoga para ibu diberikan kekuatan Oleh Allah SWT, baik kekuatan iman, ilmu dan fisik, untuk dapat membentuk generasi yang shaleh dan sholihah untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik.

(DPD PKS PAYAKUMBUH)

Kamis, Desember 22, 2011 | Posted in , , | Read More »

STRUKTUR DPD PKS PAYAKUMBUH



Kamis, Desember 22, 2011 | Posted in , | Read More »

PKS Payakumbuh terus berbenah


Untuk memaksimalkan kerja-kerja semua struktur ,DPD PKS Kota Payakumbuh kemaren hari Selasa 20 Desember 2011 mengadakan Rapat Pleno bersama Dewan Pengurus Harian (DPH) dan Ketua-ketua bidang sekaligus mengevaluasi kinerja semua bidang dalam menjalankan program amanah Mukerda April 2011 lalu.

Ketika dikonfirmasi hasil Rapat ini , Suparman selaku Ketua DPD PKS Payakumbuh menjelaskan prioritas program pada bulan ini yaitu meningkatkan intensitas pembinaan ke Struktur paling bawah yaitu pengurus DPRa sekaligus dalam waktu dekat akan mengangkat TOP (Training Orientasi Partai) untuk kader pemula, simpatisan dan pengurus Ranting.
Untuk jangka menengah akan dilaksanakan Seminar bidang Generasi muda dan Profesi guna memberikan pencerahan dalam meningkatkan taraf ekonomi kader.

(by admin)



Rabu, Desember 21, 2011 | Posted in , , | Read More »

Jadilah Pemuda Muslim yang Tangguh !



ADALAH Az Zubai bin Awwan. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun.

Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.

Juga Sa’ad bin Abi Wawash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.

Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah….”. Ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.

Juga Usamah bin Zaid,  namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.

Subhanallah…, nukilan kisah di atas bukanlah dongeng atau cerita fiktif. Mereka adalah manusia biasa yang nyata seperti kita, yang telah mengukir prestasi gemilang di masa mudanya. Merekalah adalah pemuda Islam yang mampu mengharumkan agama Allah dalam keremajaannya.

Misi Kejayaan Islam

Tidak diragukan lagi bahwa para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan masyarakat kaum muslimin secara khusus. Jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam maka merekalah yang akan menyebarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda ummat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat.

Allah -Subhanahu wa Ta'ala- telah memberikan kepada mereka kekuatan badan dan kecemerlangan pemikiran untuk dapat melaksanakan semua hal tersebut. Berbeda halnya dengan orang yang sudah tua umurnya walaupun para orang tua ini melampaui mereka dari sisi kedewasaan dan pengalaman, hanya saja faktor kelemahan jasad -kebanyakannya- membuat mereka tidak mampu untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan oleh para pemuda.

Oleh karena itulah para sahabat yang masih muda memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah -Subhanahu wa Ta'ala-.



Di antara mereka ada Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr ibnul Ash, Muadz bin Jabal, dan Zaid bin Tsabit yang mereka ini telah mengambil dari Nabi -Shollallahu 'alaihi wa 'ala alihi wasallam- berbagai macam ilmu yang bermanfaat, menghafalkannya, dan menyampaikan-nya kepada ummat sebagai  warisan dari Nabi mereka. Di sisi lain ada Khalid ibnul Walid, Al-Mutsanna bin Haritsah, Asy-Syaibany dan selain mereka yang gigih dalam menyebarkan Islam lewat medan pertempuran jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seluruhnya mereka adalah satu ummat yang tegak melaksanakan beban kewajiban mereka kepada agama, ummat, dan masyarakat mereka, yang mana pengaruh atau hasil usaha mereka masih kekal sampai hari ini dan akan terus-menerus ada -dengan izin Allah- sepanjang Islam ini masih ada.

Para pemuda di zaman ini adalah para pewaris mereka (para pemuda dari kalangan shahabat) jika mereka mampu untuk memperbaiki diri-diri mereka, mengetahui hak dan kewajiban mereka, serta melaksanakan semua amanah yang diberikan kepada mereka yang berkaitan dengan ummat ini.

Dan bagi mereka kabar gembira dari Nabi mereka -Shallallahu alaihi wasallam- tatkala beliau bersabda dalam hadits yang shahih, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya,” lalu beliau menyebutkan di antaranya, “Seorang pemuda yang tumbuh dalam penyembahan kepada Rabbnya.”

Perhatian Islam Kepada Pemuda
Agama kita Islam yang mulia ini mempunyai perhatian yang sangat besar mengenai pertumbuhan dan perkembangan para pemuda, karena merekalah yang akan menjadi tokoh di masa yang akan datang, yang akan menggantikan dan mewarisi tugas-tugas mulia kepada ummat ini.

Berikut beberapa tuntunan Islam yang berkaitan dengan pemuda;
Pertama, Islam menuntunkan setiap lelaki untuk memilih istri yang sholihah yang akan lahir darinya anak-anak yang sholeh yang selanjutnya tumbuh menjadi para pemuda yang berakhlak islami.
Kedua, memberikan nama yang baik kepada anak, karena nama yang baik itu juga memiliki makna dan pengaruh yang baik pada akhlak sang anak, karena dia merupakan lambang dari doa atau harapan orang tua kepada Allah tentang anaknya.
Ketiga, melaksanakan nasikah/aqiqah untuk anak, karena hukumnya adalah sunnah mu`akkadah dan memiliki pengaruh yang baik kepada anak.
Ketiga perkara di atas adalah tuntunan Islam kepada para pemuda di awal pertumbuhannya.
Keempat, menaruh perhatian yang besar dalam mendidik anak ketika dia sudah memasuki usia mumayyiz dan sudah mempunyai daya tangkap (paham). Mengajarkan kepada anak-anak dan para pemuda semua perkara keagamaan dari yang paling besar sampai pada perkara yang paling kecil.
Kelima, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan setiap anak ketika kedua orang tuanya atau salah satunya sudah berusia lanjut agar dia berbuat baik kepada keduanya atau kepada yang masih hidup di antara keduanya, dan agar sang anak mengingat pendidikan kedua orang tuanya kepadanya ketika dia masih kecil. Inilah yang merupakan kebaikan besar yang akan terus-menerus dikenang oleh sang anak ketika dia merasakan kebaikan dari kedua orang tuanya. Sehingga dia bisa berkata sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Wahai pemuda, sebenarnya rona kebangkitan Islam ada padamu. Maka;
1. Pelajari agama Islammu
2. Tegakkan tauhid, berantaslah syirik dan tinggalkan maksiat apaun bentuknya.
3. Tautkan hatimu dengan masjid.
4. Bersiaplah untuk berdakwah di jalan Allah.
5. Selektiflah dalam mengambil teman dekat, namun tidak kurang pergaulan.
6. Pekalah terhadap zamanmu, inderalah zaman di mana engkau berada saat ini.
7. Milikilah fisik dan jiwa yang sehat.
8. Aturlah waktumu sebaik mungkin.

Insya Allah, kalian akan menjadi agen perubahan Islam yang cemerlang. Aamiin.[Iltizam Amrullah, dirujuk dari ”Karakteristik Perihidup Enam Puluh Shahabat Rasulullah”].

Red: Cholis Akbar

Selasa, Desember 20, 2011 | Posted in , | Read More »

Gubernur SumBar Tandatangani Deklarasi Reformasi Birokrasi


Kehadiran Pemerintah harusnya melayani masyarakat, segala kegiatan mendahulukan kepentingan masyarakat agar, masyarakat sehat, terdidik,  bermoral dan sejahtera. Maka dedikasi moralitas biokrasi/aparatur pemerintah merupakan keharusan  dalam menunjukan disiplin, kinerja keprofesionalan dalam memberikan pelayanan prima.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno ketika memberikan sambutan dalam Sosialisasi Reformasi Biokrasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Senin pagi (19/12) di Padang. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara RI, Eko Prasojo,  Sekretaris Daerah, DR. Ali Asmar, MPd, para Staf Ahli Gubernur, Asisten dan Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, selama ini birokrasi lebih menganut ajaran pemerintahan kolonial Hindia Belanda , yang dalam sejarahnya pemerintah minta dilayani oleh masyarakat. Seakan-akan jabatan adalah sebuah kekuasaan yang mesti dihormati dan disanjung-sanjung. Hal ini mungkin yang membuat kita melakukan Reformasi Birokrasi secara menyeluruh, untuk membangun pemerintahan yang baik dan bersih.

Birokrasi dan penyelenggaraan ini merupakan uang rakyat, perlu perubahan mindset (pola pikir) para biokrasi untuk memberikan yang terbaik di negeri ini untuk kesejahteraan hidup masyarakat, yang lebih bermartabat.

Oleh karena itu jadi birokrat jangan berperilaku sombong, angkuh atau suka main-main hitungan dengan masyarakat dalam menjalan pekerjaan melayani masyarakat. Untuk semua itu para birokrat mesti memiliki komitmen dan konsistensi yang jelas dalam menjalankan program pembangunan, ajaknya.

Irwan prayitno juga menyampaikan dari hasil pemetaan potensi dan kompentensi Pegawai Sumbar baru mencapai 30 persen. Hal ini juga persoalan bagi penempatan kemampuan pegawai dalam tugas yang dijalani baru pada posisi 30-31 Persen, kondisi ini mesti kita pacu peningkatannya untuk mewujudkan pelayanan prima tersebut.

Tentu dengan proses tatalaksana, sistem pelayanan, disiplin, etika aparatur  dan lain-lain yang tentu bermuara pada mewujudkan kepercayaan masyarakat, sehingga tercapai tingkat partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan di daerah ini.

Dalam bidang pelaporan keuangan kita tahun 2011 baru mendapat “ WDP”, target setidak-tidaknya dua tahun kedepan  kita telah mampu mencapai “WTP”. Saat ini kita sedang membenahi sistem program pelaporan masing-masing unit kerja dan masing-masing program pokok, unkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Wamenpan, Eko Prasojo menyampaikan keynote speaker, tentang Reformasi Birokrasi Indonesia. Puncak acara adalah penandatangan Deklarasi Reformasi Birokrasi Pemprov. Sumbar yang berisikan:

Dengan ini, kami Pegawai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan :1. Bersungguh-sungguh untuk mewujudkan pemerintahan yang berkinerja tinggi2. Bersungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan prima kepada pihak-pihak terkait dan3. Bersungguh-sungguh untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, bebas dari korupsi, kolusi dan Nepotisme

Dengan demikian ikrar kami, sebagai pelaksana Reformasi Biokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Padang, 19 Desember 2011)

Deklarasi ini ditandatangani oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekdaprov, para Staf Ahli, Asisten, serta semua Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar.

Selasa, Desember 20, 2011 | Posted in , | Read More »

Jadilah Kader Terlatih

Partai Keadilan Sejahtera adalah partai kader. Pimpinan PKS diberbagai level tidak boleh lelah menyiapkan seluruh perangkat-perangkat kaderisasi. Kader-kader PKS harus menjadi kader-kader terlatih agar sanggup menghadapi segala bentuk kompetisi. Hanya kader-kader terlatihlah yang sanggup memikul beban dakwah.Demikian wejangan (taujih) yang disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin dihadapan fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Bidang Wilayah Dakwah Banten, DKI Jakarta, dan Banten (Wilda Banjabar) belum lama ini di Padepokan Madani, Lembang Bandung.Menurut Hilmi, dalam setiap merancang program atau rencana kerja, maka terlebih dahulu harus melihat kedalam atau internal organisasi. Sebab dengan mengenali potensi internal itulah nantinya bisa diperhitungkan apa saja langkah-langkah keluar organsasi. Berbicara tentang potensi internal, lanjut Hilmi, maka sejatinya yang utama dan pertama adalah kader. Sebagai partai kader, maka kewajiban segenap aktifis PKS harus mempersiapkan perangkat-perangkat kaderisasi partai.Sebuah keniscayaan jika setiap fungsionaris partai kader terlibat penuh dalam langkah-langkah panjang menyiapkan kader. Kalau bukan organisasi kader, tidak ada perlunya menyiapkan langkah-langkah begitu panjang, menyiapkan personel dakwah. Dan sudah barang tentu, output yang diinginkan adalah kader-kader terlatih di segala bidang. Jika dia lebih condong atau diproyeksikan ke bidang sosial, maka jadilah kader yang terlatih dan menguasai persoalan-persoalan di bidang sosial. Jika dia menjadi politisi baik sebagai anggota legislatif maupun kepala daerah, maka dia harus terlatih saat berhadapan atau berkomunikasi dengan publik.“Politisi harus bisa menguasai public speaking, sebagai bagian dari komunikasi dengan rakyat luas. Saya sering mendengar, masih banyak aleg-aleg kita banyak yang tidak “bunyi” di DPR/DPRD. Atau kalaupun bunyi malah meninggalkan persoalan,” ujar Hilmi.Indonesia di era demokrasi seperti saat ini menyajikan ruang dan peluang terbuka bagi siapapun. Bagi PKS, demokrasi bisa dimaknai sebagai ruang-ruang yang harus dimasuki untuk mendapatkan peluang-peluang yang terbuka itu. Dan untuk bisa menangkap banyak peluang itu diperlukan keterampilan dan kualitas agar bisa berkompetisi.Sebagai kader dakwah, maka kader PKS harus siap berkompetisi untuk menjadikan al haq (kebenaran) menjadi sesuatu yang dominan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebaliknya jika gagal menampilkan al haq dalam pentas kehidupan bangsa, maka kebatilanlah yang akan dominan dan menguasai kehidupan bangsa ini.Sebagai syarat memiliki daya saing, pengalaman di lapangan sebagai medan latihan, adalah hal mutlak untuk menghasilkan kualitas dan profesionalitas dalam berkompetisi. Oleh karena itu jangan pernah lewatkan berbagai sarana latihan termasuk melatih kepedulian dan keterampilan membantu masyarakat di lokasi-lokasi bencana. Dalam mitigasi bencana itu dibutuhkan kesiapsiagaan, kemampuan berkoordinasi serta menyelesaikan masalah di lapangan. Dan itu adalah sarana terbaik untuk meningkatkan capacity building kader. Ibarat intan sinarnya akan muncul jika selalu digosok.“Saya terkesan dengan sebuah kalimat yang terpampang di gedung Markas Kopassus TNI AD, Cijantung yang berbunyi, kami bukan prajurit terbaik namun kami adalah prajurit terlatih”, demikian Hilmi menyontohkan.Ia pun meminta Wilda mendorong struktur di wilayah-wilayah maupun di daerah-daerah agar mempersiapkan kader-kadernya dengan berbagai macam pelatihan-pelatihan. Hal itu dimaksudkan agar kader memiliki kemampuan qudrot ala tahammul atau kemampuan memikul beban. (SL)Sumber : http://pkspiyungan.blogspot.com/2010/12/jadilah-kader-terlatih.

Senin, Desember 19, 2011 | Posted in , , | Read More »

Blog Archive

Labels