"Artikulasi Cinta Kerja Harmoni"


by Rusmini Bintis


Cinta adalah kerja keabadian, hadirnya menyatukan yang bercerai-berai, memautkan hati untuk saling berbagi. Dengan cinta pekerjaan yang berat menjadi ringan, merasionalkan yang tidak rasional. Siapapun yang hatinya ada cinta, ia akan siap berkorban.
Pasukan yang tidak memiliki cinta akan kalah, rumah tanpa cinta akan rapuh, akal tanpa cinta tidak mampu berfikir, mata tanpa cinta akan buta. Seluruh kata cinta menjadi palsu belaka tanpa bersandar pada pemilik cinta. Demi merebut mahkota cinta kepada Allah, seorang raja sanggup menyerahkan tahta. Tanpa cinta, taman tidak sanggup berbunga. Mencintai pemilik cinta adalah keindahan yang sempurna.
Kekuatan cinta seorang hamba pada Rabb nya sanggup mengalahkan langit yang kokoh, mengguncangkan dunia, meluluhlantakkan kemungkaran, menyemaikan kedamaian di seluruh alam. Dengan cinta, seorang hamba bertahan dalam kegelapan malam dengan linangan air mata. Dengan cinta, tentara siap mati dalam peperangan.
Kecintaan Khadijah pada Rasulullah adalah ketulusan dalam perjuangan, sehingga puncak kemuliaan dunia akhirat ia sandang. Kecintaan Abu Jahal adalah pada Latta dan Uzza, sehingga ia bangkrut. Keliru dalam menempatkan cinta adalah kehancuran, kebinasaan dan kekalahan untuk selamanya.
Para sahabat adalah orang-orang yang benar dalam menempatkan cinta, sehingga melodi hidup mereka mewangi. Karena kerja nyata yang mereka lakukan seirama dengan kehendak Tuhan, maka sejarah hidup mereka menjadi harmoni untuk dikenang menjadi seorang pejuang Islam. Hamzah adalah seorang komandan syuhada, tubuhnya tercabik–cabik karena cinta. Cinta Thalhah dan Zubair, adalah episode cinta agung yang mengalahkan cinta antara Romeo dan Juliet. Karena cinta mereka terdampar dalam perang Badar menuju surga Nya.
Pintu untuk mengikuti sejarah spektakuler seperti para sahabat masih terbuka lebar. Bermetamorfose dari seorang pecundang menjadi seorang pejuang butuh kesabaran berkepanjangan. Perlu tahapan dalam menuai kesuksesan. Berawal dari memperbaiki diri dan keluarga menjadi generasi qur’ani. Mengajak orang-orang untuk bersama membentuk masyarakat dan bangsa yang madani. Itulah bukti cinta seorang hamba.
Karena cinta pada Allah, nabi Ibrahim berpisah dari orang tuanya, nabi Nuh berpisah dari keluarganya. Begitulah cinta yang hakiki, tatkala kebenaran dan keadilan menjadi acuan dalam pergerakan. Ibarat minyak dan air, kedzaliman dan kebaikan tidak akan menyatu. Satu diantara keduanya pasti akan kalah. Jika iman seseorang kokoh, maka kebaikan akan menang, jika iman seseorang lemah maka kegelapan akan menyelimuti hidup.
Cinta adalah cahaya, dan untuk menghidupkan cinta maka seseorang harus bekerja. Kerja adalah simbol kekuatan. Kerja adalah bukti cinta. Cinta tanpa kerja tidak membuahkan hasil, kerja tanpa cinta akan sia- sia. Keduanya saling melengkapi. Dua rakaat sunnah dan tetesan air mata, itulah kerja Bilal bin Rabbah atas bukti cinta pada Rabb nya. Kerja Bilal dalam mengumandangkan azan, rela ditelentangkan dalam gurun pasir yang panas, itulah mahar surga.
Kerja menuntut pengorbanan harta, jiwa dan raga. Totalitas dalam dakwah, menuntut sinergisasi kerja-kerja nyata.  Kerja yang dilakukan harus berlandaskan kemauan yang dicintai. Itulah bukti setia, sehingga ia serasi, seirama. Korelasi antara cinta dan kerja akan menciptakan suasana yang harmoni. Sehingga kerja dakwah terasa indah, melenturkan kerja yang kaku, merubah permainan berhabaya menjadi menyenangkan.
Dengan cinta, kerja dan harmoni seorang kader dakwah menjadi figur yang kapabel dalam menjalankan amanah. Luas pandangannya atas sebuah masalah, tajam firasatnya, menghujam kalimat yang disampaikannya. Seluruh kemampuan individu akan terejawantahkan dalam karya. Karya tidak melulu dalam bentuk prestasi, lebih dari itu. Karya melingkupi ketulusan, keikhlasan dalam berkorban, memaafkan saat terjadi kesalahan.
Dengan cinta, kerja dan harmoni segala sisi kehidupan jadi indah. Dalam dunia pendidikan guru akan tulus mengajarkan ilmu dan keluhuran budi pekerti. Di rumah sakit akan tercipta pelayanan dan optimisme dalam menyembuhkan pasien. Karena ketiga unsur tersebut merupakan naluriah kemanusiaan. Cinta mewakili hati dan ruhani, kerja mewakili intelegensi dan gerak, sedangkan harmoni mewakili hasil yang akan dicapai, yaitu kesejahteraan dan keadilan.
Membawa cinta ke ranah politik akan melenturkan kerja dalam berstategi, yang pada akhirnya tercipta harmonisasi. Sepanjang kemerdekaan Indonesia, banyak kebijakan yang bersifat otoriter, doktrin, dan tekanan yang acapkali mengotori politik itu sendiri. Oleh karena itu, diawali dengan cinta maka ketegangan berubah menjadi kelembutan.
Mengapa merubah Indonesia dengan cinta? Karena banyak pemimpin negeri ini yang melupakan hakikat cinta pada rakyat. Perjuangan yang menyimpang dari ketulusan cinta, hanya akan berujung pada kemunduran bangsa. Sebaliknya, perjuangan yang dilandaskan dengan cinta atas bukti keimanan, maka akan berbuah kemenangan dan kejayaan.
Tidak ada kehebatan tanpa ujian. Manusia hebat bukan seorang yang turun dari langit, tetapi orang bumi yang melakukan kerja langit. Orang- orang hebat lahir melalui proses, karena emas yang bernilai tinggi telah lebih dulu ditempa dalam waktu yang  lama dan tidak mudah.  Orang hebat membutuhkan kosistensi dalam menemukan kebenaran dan strategi kemuliaan.
Mengangkat cinta, kerja dan harmoni menjadi tagline PKS dalam mengusung pemilu 2014 merupakan strategi kemenangan. Di dalamnya mengandung humanisme sebagai ciri pemimpin demokratis. Presiden Anis Matta terus berusaha membongkar paradigma masyarakat bahwa dengan cinta, bisa membuat politik lebih indah menggema.
Selayaknya tagline tersebut merepresentasikan ketulusan cinta seluruh kader PKS, agar seirama seperti yang tertuang dalam surat cintaNya. “Yuhibbuhum wa yuhibbuunahu”. Dia lah Allah yang mencintai mereka, dan merekapun mencintai Nya. Wallahu alam..

*penulis: @MinieBintis on twitter

Senin, April 15, 2013 | Posted in , , | Read More »

Perang Gerilya di Ranah Media ala PKS

“The strategy and tactics of guerrilla warfare tend to involve the use of a small, mobile force against a large, unwieldy one“

Vietnam vs AS -> 1-0

Vietnam sukses memberikan perlawanan kepada AS. Tidak sedikit sejarawan yang mengatakan perang vietnam adalah kemenangan bagi laskar Vietcong dan kekalahan bagi militer AS - bahkan terbesar dalam sejarah peperangan mereka. Catatan penting bagi kemenangan itu adalah pasukan Vietcong sukses menerapkan strategi perang gerilya yang mereka pelajari dari buku Fundamentals of Guerilla Warfare (Pokok-pokok Perang Gerilya), karangan Jendral AH. Nasution.
Vietnam memang tidak punya pilihan lain. Selain jumlah personil yang terbatas, minim dan sederhananya peralatan tempur membuat mereka tidak mungkin ‘head to head‘ dalam menghadapi kekuatan raksasa militer AS dan sekutu-sekutunya yang baru saja memenangkan Perang Dunia 2. Dengan memanfaatkan penguasaan atas kondisi demografi dan geografi Vietcong melakukan gerilya, membuat tentara AS seperti menghadapi pasukan hantu.
Keluar masuk hutan; menyergap di malam hari; menyamar menjadi rakyat biasa; melukai bukan membunuh (strategi 1-3, lukai 1 orang, 2 orang akan menjadi sibuk untuk mengusung). Serangan melalui kelompok-kelompok kecil terus menerus dilakukan dan terorganisir dengan rapi. Militer AS dilanda jenuh, frustasi, demoralisasi dan tidak berhasrat melanjutkan pertempuran.
Carrefour vs Indomaret -> 1-1
Sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu, pemain-pemain bisnis retail dikejutkan dengan kehadiran Carrefour yang merampok pasar mereka dan menyebabkan kegoncangan usaha. Yuki, Macan, Makro, Hero yang terlihat sangat mapan harus gulung tikar karena customer mereka beralih ke Carrefour yang hadir menawarkan konsep bisnis retail ‘RAKSASA’. Lengkap, BESAR dan murah.
Carrefour sukses mencaplok pasar retail yang beragam. Tua, muda, kaya, menengah, Unsegmented. Berbagai cara coba dilakukan; rebranding-repositioning; tetapi pemain-pemain lama hanya bisa gigit jari, menyaksikan kasir-kasir mereka semakin sepi dan akhirnya harus ditutup. Perang ‘head to head‘ dengan Carrefour berarti mati.
Sampai kemudian hadirlah Indomaret…
Indomaret nampaknya paham betul, bahwa perang melawan Carrefour ibarat perang Vietnam. David dan Goliath. Maka menghadapi raksasa ini tidak bisa perang tanding satu lawan satu. Maka Indomaret melakukan perang gerilya. Mereka menciptakan puluhan, ratusan bahkan ribuan gerai Indomaret kecil. Ya.. kecil, 2 atau 3 ruko, disulap menjadi 1 gerai Indomaret. Tetapi ada dimana-mana. Dikendalikan dan diorganisir dengan ketat dan rapi. Hasilnya… gerai-gerai kecil Indomaret sukses mengimbangi raksasa Carrefour dan masih bertahan hingga kini. Skor masih remis.
Strategi media PKS (PKS vs …. -> .. - ..)
PKS nampaknya cukup jeli melihat situasi. Menilik 2 contoh di atas, PKS sadar; di satu sisi melawan raksasa media semacam TV One, Metro TV, MNC Group, Trans Corp + detik.com tidak mungkin ‘head to head‘ karena mereka akan kalah, di sisi lain PKS butuh media untuk memberitakan aksi-aksinya atau mengcounter berita negatif dari media lain. Apa yang dilakukan PKS?
Ya… PKS melakukan Perang Gerilya Media.
PKS punya kader-kader muda yang cukup melek teknologi karena secara usia memang mereka besar di era ini. Mereka hidupkan media-media online atas nama PKS baik itu level Pusat, Wilayah sampai Kecamatan. Yang paling dikenal adalah pkspiyungan.org, pks.or.id, pkssumut.or.id, dan ratusan situs-situs PKS lainnya. Belum lagi media-media islam yang terlihat pro PKS seperti dakwatuna.com, islamedia.web.id, dan masih banyak situs-situs bertema umum yang punya pengunjung/pembaca cukup banyak. Seperti piyungan.org yang menampilkan jumlah viewernya yang mencapai 18jt dan terus bergerak setiap hari.
Serbuan situs-situs kecil ini ibarat serbuan Vietcong kepada tentara AS atau Indomaret kepada Carrefour. Banyak tapi kecil-kecil, membingungkan, cukup survival.
Belum lagi sebagaimana dikatakan Fahri Hamzah di acara Mata Najwa (Metro TV, 10/04/2013), sebanyak 500ribu kader PKS di minta buat akun di sosial media, baik itu facebook maupun twitter. Sehingga penyebaran informasi bisa sangat massif. Pidato Presiden PKS Anis Matta di Medan, misalnya langsung diposting di tiap-tiap situs PKS, lalu disebar oleh akun-akun kader mereka. Jika 10% saja dari kader PKS punya friend atau follower sebanyak 4000, maka akan ada potensi penyebaran informasi ke 200jt akun. Tidak ada media besar yang bisa diandalkan PKS, tetapi dengan metode guerilla warfare atau ‘keroyokan’ begini, PKS cukup sukses melakukan penyebaran informasi atau counter opini atas media-media besar.
Contoh ketika Tempo memberitakan dugaan korupsi Aher terhadap dana Bank Jabar, tim sosial media PKS rame-rame memberitakan puluhan prestasi Aher. Contoh lain ketika ada isu LHI mengirim SMS dari penjara, kader PKS dengan cepat melakukan klarifikasi melalui twitter, diberitakan oleh situs-situs online PKS dan disebar oleh seluruh kader.
Memang, belum ada riset resmi untuk mengkaji hal ini. Tetapi paling tidak, para kader dan simpatisan PKS cukup well informed terkait dengan perkembangan PKS dengan hanya mengandalkan situs-situs di bawah kendali mereka. Dan selanjutnya mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat atas isu-isu yang berkembang.
Ini agak sulit ditiru oleh Partai lain. Selain karena basis dukungan bukan melalui kader, partai lain umumnya di dominasi oleh kader yang tidak lagi muda. Dan sudah tidak terlalu menikmati riuhnya dunia sosial media.
Lalu akan menjadi berapakah skornya dalam pertempuran ini?

Well, mari kita nantikan.


Razas MS
@razasms on twitter

*http://politik.kompasiana.com/2013/04/11/perang-gerilya-di-ranah-media-ala-pks-545255.html

Senin, April 15, 2013 | Posted in , , | Read More »

PKS FC Melaju ke Semi Final


Sejalan dengan semangat kader PKS dalam usaha pemenangan Riza-Wandel untuk jadi orang nomor satu di Kota Payakumbuh, maka sebagian yang lain juga terus berusaha mengharumkan nama PKS dengan terus mengikuti berbagai kompetisi bahkan sampai tingkat antar propinsi dengan membawa nama PKS FC.
Seperti yang dilansir media ini kemaren PKS FC kembali  menguasai lapangan hijau Batu balang dengan memenangkan pertandingan babak perempat final melawan Tim Gempita Batu sangkar dengan skor 3:1. dengan begitu maka PKS Fc akan terus melaju ke babak semifinal minggu depan yang akan berhadapan dengan Tim Diklat Padang.sedangkan menurut Yengki Otrio selaku kapten tim PKS juga akan turun bermain di Taeh baruh hari ini.
Apakah PKS Fc akan terus berjaya sampai babak final ? kita lihat perjuangan mereka minggu depan...

sn

Rabu, Juni 20, 2012 | Posted in , , , , | Read More »

Kader Siap Berjuang Memenangkan Calon Walikota Payakumbuh dari PKS

Menyongsong pilkada Kota Payakumbuh, DPD PKS Kota Payakumbuh telah menyiapkan kader terbaiknya untuk maju sebagai kandidat calon Walikota. Reza Pahlevi Datuak Rajo Ka Ampek Suku, begitulah nama lengkap beliau. Terkait dengan pencalonan ini, kandidat menyatakan kesiapannya untuk maju dan berjuang. Kesiapan tidak hanya ditunjukkan oleh kandidat, tetapi juga tampak pada kader lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat antusias kader pada saat rapat persiapan pemenangan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Feb 2012 di Aula DPD PKS Kota Payakumbuh. Pada saat rapat, kader tampak begitu antusias. Antusias yang lebih heroik adalah pada saat pengumpulan infak. Para kader terlihat mengeluarkan uang dengan nominal yang tidak kecil. ini membuktikan bahwa para kader siap berjuang dan berkorban. semangat ini lahir karena para kader meyakini bahwa perjuangan menciptakan keadilan dan kesejahteraan memang butuh pengorbanan dan keseriusan.
by.admin

Minggu, Februari 26, 2012 | Posted in , , , | Read More »

Hubungan Batin Antara Murabbi dan Mutarabbi


Oleh: Musyafa Ahmad Rahim
Ketua Kaderisasi DPP PKS
Seorang murabbi yang sukses, ia akan mampu menciptakan hubungan yang sangat kuat dengan sang mutarabbi, bahkan sampai ke tingkat hubungan batin, yang:
– Tidak perlu lagi mempergunakan bahasa perintah atau larangan.
– Bahkan tidak perlu lagi mempergunakan bahasa isyarat dan bahasa tangan
– Bahkan berbagai urusan sering terjalin melalui mimpi.
Contoh Kasus (1):
Dalam sebuah halaqah, dan selagi sang murabbi asyik mengisi dan mengelola halaqah, ada seorang mutarabbinya yang sering berdiri dan meninggalkan tempat halaqah.
Adakalanya ia mengambil air untuk sang murabbi, terkadang air hangat, terkadang air dingin, terkadang teh manis, terkadang juice dan sebagainya.
Terkadang ia berdiri dan pergi untuk mengambil pulpen, atau spidol, atau penghapus dan sebagainya.
Terkadang ia maju ke depan untuk menghapus atau untuk urusan lainnya.
Semua ini dilakukan oleh sang mutarabbi persis seperti yang dikehendaki oleh murabbinya, tanpa kata, dan bahkan tanpa isyarat.
Contoh Kasus (2):
Sering sekali seorang mutarabbi bermimpi mendapati sang murabbinya sedang sakit, maka ia pun pergi ke sana.
Terkadang membawakan obat untuknya.
Terkadang ia membawakan makanan khas untuknya.
Terkadang sekedar untuk menjenguk saja.
Contoh Kasus (3):
Pernah seorang murabbi, karena profesinya sebagai seorang ahli tehnik sipil, bermimpi bertemu dengan seorang mursyid.
Dalam mimpinya dia dipesan untuk mendesign rumah khusus beliau, padahal sang mursyid telah memiliki rumah.
Sang mutarabbi mencoba menta’wilkan mimpinya, dan dugaannya bahwa sang mutarabbi diminta untuk mempersiapkan kuburan untuk sang mursyid.
Pagi harinya, sekretaris pribadi mursyid mendatangi sang mutarabbi dan menyampaikan salam dari mursyid agar sang mutarabbi memperbaiki lokasi kuburan para mursyid.
Sudah ada 4 kuburan murysid di lokasi sana. Maka sang mutarabbi pun segera memperbaiki kawasan kuburan para mursyid itu; memperbaiki jalanannya dan membersihkan lokasinya.
Selesai sang mutarabbi mengurus kuburan para mursyid itu, ia pun mendapatkan berita bahwa mursyid yang ditemuinya dalam mimpi meninggal dunia, menyusul 4 mursyid sebelumnya dan sang mursyid itu pun di kuburkan di lokasi yang baru-baru ini ia urus dan ia perbaiki.

Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2012/02/hubungan-batin-antara-murabbi-dan.html

Sabtu, Februari 25, 2012 | Posted in , | Read More »

Tunjangan Besar Malah Membuat Umar Marah

Sebelum diangkat menjadi khalifah, Umar bin Khaththab r.a menafkahi
keluarganya dari usaha berdagangnya. Sahabat rasul yang mulia ini juga
terkenal sebagai pedagang yang zuhud. Umar tidak pernah curang apalagi
ingkar. Namun, setelah diangkat menjadi khalifah, tidak ada waktu baginya
untuk mengurus perdagangannya. Ia tidak memiliki penghasilan yang dapat
digunakan untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.

Beliau pun mengumpulkan rakyatnya di Madinah, lalu berkata kepada mereka.
“Dahulu aku berdagang, sekarang kalian memberiku kesibukan mengurusi
pemerintahan, karena itu bagaimana sekarang aku memenuhi kebutuhan hidupku?“

Berbagai usul disampaikan tentang jumlah uang yang akan diberikan kepada
Umar, tetapi Ali bin Abi Thalib r.a diam saja. Umar kemudian bertanya
kepadanya. “Bagaimana pendapatmu, wahai Ali?“ Ali menjawab, “Ambillah uang
sekadar mencukupi keperluan keluargamu”. Dengan senang hati, Umar menerima
pendapat Ali. Akhirnya uang tunjangan untuk Umar ditetapkan sebanyak itu.
Yang tentu Umar tidak menetapkan jumlah tinggi bagi tunjangannya.

Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian, sejumlah sahabat termasuk
Ali, Usman, Zubair, dan Thalhah berkumpul dalam suatu majelis untuk
mengusulkan agar uang tunjangan Umar ditambah Menururut mereka tunjangan
yang diminta Umar terlalu kecil. Tetapi tidak seorang pun diantara mereka
yang berani menyampaikan usul itu kepada Umar. Usman bin Affan r.a berkata,
“Sebaiknya usulan kita ini jangan langsung disampaikan kepada Umar. Lebih
baik kita memberi isyarat lebih dulu melalui puteri beliau, Hafshah. Sebab
aku khawatir, Umar akan murka kepada kita.”

Mereka lantas menyampaikan usulan tersebut kepada Hafshah, putri Umar,
seraya memintanya untuk bertanya kepada Umar bagaimana pendapatnya jika ada
seseorang yang mengajukan usulan mengenai penambahan tunjangan baginya.

“Apabila beliau menyetujuinya, barulah kami akan menemuinya untuk
menyampaikan usulan tersebut. Kami meminta kepadamu untuk tidak menyebutkan
nama seorang pun di antara kami, ujar mereka meminta kepastian.

Ketika Hafshah menanyakan hal itu kepada Umar, kesan marah muncul dalam
diri Umar seraya berkata, “Siapa yang mengajari engkau untuk menanyakan
usulan ini?”
Hafshah menjawab, “Aku tidak akan memberitahukan nama mereka sebelum Ayah
memberitahukan pendapat Ayah tentang usulan itu.”

Umar kemudian berkata lagi, “Demi Allah, andaikata aku tahu siapa orang
yang mengajukan usulan tersebut, aku pasti akan pukul wajah mereka.”

Setelah itu, Umar balik bertanya kepada Hafshah, yang juga adalah istri
Rasulullah SAW, “Demi Allah, ketika Rasulullah SAW. masih hidup,
bagaimanakah pakaian yang dimiliki oleh beliau di rumahnya? ”Hafshah
menjawab, “Di rumahnya, beliau hanya mempunyai dua pakaian. Satu dipakai
untuk menghadapi para tamu dan satu lagi untuk dipakai sehari-hari.”

Umar bertanya lagi, “Bagaimana makanan yang dimiliki oleh
Rasulullah?”Hafshah menjawab, “Beliau selalu makan dengan roti yang kasar
dan minyak samin.”Umar kembali bertanya, “Adakah Rasulullah mempunyai kasur
di rumahnya?”

Hafshah menjawab lagi, “Tidak, beliau hanya mempunyai selimut tebal yang
dipakai untuk alas tidur di musim panas. Jika musim dingin tiba, separuhnya
kami selimutkan di tubuh, separuhnya lagi digunakan sebagai alas tidur.”

Dan Umar kemudian melanjutkan perkataannya, “Hafshah, katakanlah kepada
mereka, bahwa Rasulullah saw. selalu hidup sederhana. Kelebihan hartanya
selalu beliau bagikan kepada mereka yang berhak. Oleh karena itu, aku pun
akan mengikuti jejak beliau. Perumpamaanku dengan sahabatku—yaitu
Rasulullah dan Abu Bakar—adalah ibarat tiga orang yang sedang berjalan.
Salah seorang di antara ketiganya telah sampai di tempat tujuan, sedangkan
yang kedua menyusul di belakangnya. Setelah keduanya sampai, yang ketiga
pun mengikuti perjalanan keduanya. Ia menggunakan bekal kedua kawannya yang
terdahulu. Jika ia puas dengan bekal yang ditinggalkan kedua kawannya itu,
ia akan sampai di tempat tujuannya, bergabung dengan kedua kawannya yang
telah tiba lebih dahulu. Namun, jika ia menempuh jalan yang lain, ia tidak
akan bertemu dengan kedua kawannya itu di akhirat.”

(sumber:Târîkh ath-Thabarî, jilid I/pz)

Sabtu, Februari 25, 2012 | Posted in , | Read More »

Mobnas Pimpinan DPRD Payakumbuh Tabrakan


Payakumbuh, Padang ekspres—Mobil dinas pimpinan DPRD Payakumbuh jenis Honda City BA 2643 AV yang dikemudikan pelajar berinisial D, bertabrakan dengan mobil Avanza warna Silver BA 2424 TS yang dikemudikan pelajar berinisial R.  Tabrakan itu terjadi di Jalan Lingkar Selatan Payakumbuh, persisnya di Bukik Siambek yang berada di perbatasan Padangalai dengan Payobasuang, Jumat (20/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum kendaraan yang mereka kemudikan bertabrakan, pelajar D dan R diduga terlibat balapan liar dengan disaksikan rekan mereka yang mengendarai mobil Honda Jazz warna merah BA 1679 RJ. Kendati demikian, Kasat Lantas Polres Payakumbuh Iptu Zulfa Renaldo yang dihubungi wartawan di tempat kejadian mengatakan, kecelakaan ini masih dalam penyelidikan.

”Yang jelas, tidak ada korban jiwa. Pengemudi kedua mobil, hanya menderita luka-luka,” ujar Iptu Zulfa Renaldo. Bersama sejumlah anggotanya, Iptu Zulfa terlihat memimpin proses evakuasi kedua kendaraan yang sama-sama dalam kondisi hancur berantakan.

Proses evakuasi kendaraan itu disaksikan ratusan masyarakat. Sebelum evakuasi berlangsung, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Sudirman Rusma, Ketua Komisi B DPRD Tri Venindra, anggota Fraksi PAN Marhidayandi, mantan anggota DPRD Syukri Yusuf, dan sejumlah pegawai sekretariat DPRD terlihat ada di lokasi. Mereka, berada di lokasi kejadian karena sedang bersepeda sore.

Tidak ada komentar yang diberikan para wakil rakyat, terkait tabrakan yang melibatkan kendaraan dinas mobil pimpinan dewan. Bersama ratusan masyarakat, mereka hanya tertegun menyaksikan kendaraan yang ringsek. Menurut sejumlah warga yang tinggal di kawasan Bukik Siambek, kecelakaan terjadi sangat cepat sekali.

”Kami tidak mengira, akan ada kecelakaan. Yang kami liat dari kejauhan, mobil sedan Honda City warna hitam saling berpacu dengan mobil Avanza warna silver. Ketika di tikungan Bukit Siambek, mobil Avanza terbang melayang dan memanjat tebing, kemudian menimpa mobil Avanza warna hitam,” ujar Yon, seorang pemuda di Bukik Siambek.

Yon menuturkan, waktu mobil Avanza terbang melayang, pengemudinya yang memakai seragam SMP meloncat dari jendela mobil. ”Setelah itu, dia terjatuh ke semak-semak dan terbaring cukup lama. Karena kasihan, kami ramai-ramai memberi pertolongan. Kemudian, pelajar itu dibawa oleh rekannya yang mengemudikan mobil Honda Jazz warna merah,” tutur Yon.

Terkait pengemudi Honda Jazz warna merah yang diketahui warga bernomor polisi BA 1679 RJ, diduga tidak ikut dalam balapan. ”Pengemudinya yang juga masih kecil, mungkin hanya sebagai saksi atau wasit dari balapan. Soalnya, mobil itu hanya putar-putar dan stand-by di ujung jalan. Walau sempat berhenti di kios bensin, tapi tak membeli bensin,” ujar beberapa warga.

Sampai berita ini dikirimkan, lokasi kecelakaan di Bukit Siambek masih ramai dikunjungi warga. ”Baru kali ini, terjadi kecelakan hebat di kawasan Bukit Siambek yang lengang ini. Sehingga, masyarakat jadi penasaran dan ramai-ramai ke sini. Tapi kami tidak tahu persis, entah mobil siapa yang tabrakan. Tanya sajalah kepada polisi,” ujar Marcel dan Syamsuir, dua tokoh masyarakat Padangalai. (*)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=21963

Sabtu, Januari 21, 2012 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels